larilah dalam seribu langkah kaki meretas sejumput kenangan yang kau toreh lewat decak, hebusan angin, dan hamparan rumput... kembali mengukur kefanaan yang kau dendangkan diatas dedaunan dan desah yang mulai hambar sementara patahan semangat membentang lewat pelupuk mata yang kau tidurkan bersama mimpi...
Posted at 02:07 am by nuri