jam menunjukkan waktu 16.45 sore wib...
duduk dihalte Taman Anggrek Mall...
termenung dan diam..
kiranya siang kan beranjak dan berubah kelam....
detik berdetak dan semua hilang dibawa waktu menerawang....
menyibak tirai dibatas senja yang tak pernah ada batas...
biar kubungkam semua diam, menaburkan kelangit yang tak pernah bicara tentang aku dan engkau...
sayup suara dan bayang yg tak terlukis....
tak bisa tertangkap, hanya bisa terungkap lewat alunan angin...
aku tetap masih tak bisa menjamah keberadaanmu yang terus hanyut dalam wujud yang tak pernah selalu penuh...
persetubuhan menjadi kedekapan hangat yang palsu....
igauku meracau menjadi luka...
maka kupaksa jejalkan bayangmu kedalam seluruh lubang yang ada ditubuhku...
selaksa hati yang kian terbang...
lesatan percintaan kita berakhir dalam waktu yg semu...
dibawah sinar berpendar dan menjenguk malam yang kian pekat...
kutumpahkan airmata yang membawaku pulang...
hikz
Posted at 06:20 am by nuri
Permalink
kupandang rembulan yang sedang terang....
membayang lukis paras wajah diatas hamparan awan putih menerawang....
desir angin terbawa menerpa berjuta bayang yang tak hilang dan terus berputar...
lama kutermenung....
lewat kekosongan yang terus bicara dan ada...
aku menghampiri kesunyian yang beku, berkubang dengan bayangmu yang dingin, tersengal dan hampr mati....
tubuh terhempas sementara langkah datang menutup rupamu....
tatap pun mengatup karena airmata berubah jadi embun yang beku....
dalam butir ratap yang menghujam diriku patah dalam serpih....
meretas hancur terbelenggu oleh hasrat yang tak diam-diam...
biar kukecup penuh luka dengan berpedih-pedih disetiap tetes yg menjadi abu...
kuraba semua lewat hati dan mimpi...
dan aku tak pernah bosan....
dia..dia...dia...dia...dia..dia...dia..dia
Posted at 01:55 am by nuri
Permalink
keheningan telah hantarkan gambaran lelakiku...
langit menjadi sangat mati karena semua masih kutelan dalam harap...
sementara kulihat parasmu tetap putih seperti buih yang hanyut dan diam..
tau bahwa aku tak bisa lagi membaca wajahmu karena kedekatan itu adalah kebohongan yang dalam....
Posted at 04:10 am by nuri
Permalink
larilah dalam seribu langkah kaki meretas sejumput kenangan yang kau toreh lewat decak, hebusan angin, dan hamparan rumput... kembali mengukur kefanaan yang kau dendangkan diatas dedaunan dan desah yang mulai hambar sementara patahan semangat membentang lewat pelupuk mata yang kau tidurkan bersama mimpi...
Posted at 02:07 am by nuri
Permalink
tubuhmu masih kudekap...
masih kurasa bibirmu menempel diatasku nikmat...
getaran yang tak pernah jemu...
aku dibawa gila...
tak sadar, kau tiba-tiba hilang meninggalkan kenikmatan bohong...
geliat cengkraman-cengkraman jemarimu melepaskan peluk rekat dalam lekat yang melena...
aku dibawa kesurga fana...
ketika kurasa semu, hanya desahan nafas terselubung bersenandung lembut di telingaku...
mimpi kosong, aku bercinta denganmu...
mengecup dahimu yg licin...
menempelkan dua buah pipi yang lembut...
mengoyak bibirmu yang manis...
dan kita tinggal dalam tanya peluk erat kenikmatan...
sekali tersentak...
dirimu hilang dalam bayang....
Posted at 02:01 am by nuri
Permalink